Sabtu, 05 November 2011

Korek Harian Shogun 125


Korek Harian Shogun 125
Jika kalian mengetik keyword “shogun” pada kolom google, maka hal terindah yang muncul adalah definisi tentangnya … Bahasa jepang Shogun bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia memiliki arti “komandan perang”. Filosofi ini mencerminkan semangat Michio Suzuki dalam menciptakan sebuah kendaraan yang dilahirkan untuk memimpin. Sejak pertama munculnya Shogun 110cc, meski dikenal dengan julukan Shogun “Kebo” (lebih karena kontur bodinya yang menggembung) namun larinya melebihi kancil.  Hehehe…
Flashback ke tahun 97an, shogun kebo menjadi primadona balap, melebihi Honda grand, supra, atau yamaha crypton… Terkenal unggul karena dimensi pistonnya paling gede, dan payung klep paling gede pula, disokong cdi Shindengen yang masih dicari-cari hingga saat ini, putaran atas shogun memang menggila. Hingga kini suzuki kukuh mengembangkan performa motornya dalam balutan konsep suzuki shogun 125.
Memiliki bakat kencang, sehingga modifikasi mesin shogun 125 bisa dimulai dari langkah yang tidak terlalu ekstreme. Basic mesin dibekali stroke 55 milimeter, dan lingkar piston 53,5 milimeter, asupan bahan bakar yang mampu ditampung silinder sebanyak 124cc merupakan sumber besaran tenaga Shogun mampu menjerit 9.6 ps @ 8,000 RPM. Bila kondisi mesin sehat maka tak sulit rasanya meningkatkan tenaganya mendekati angka 15 horsepower dengan sedikit colekan saja.











piston thunder 125
Ganti Piston
Shogun 125 memiliki diagonal baut tanam mesin Langkah pertama adalah, melengserkan piston standard dengan milik suzuki thunder 125, dengan dimensi 57 milimeter , kapasitas mesin dapat didongkrak menjadi 140cc. Semakin banyak modal yang dihisap, semakin banyak yang dipompakan ke ruang bakar, bum!! Hasil ledakan makin dahsyat = Tenaga makin besar.
Bukannya latah dan tanpa pertimbangan, mengapa berani bore up, karena diameter baut tanam shogun 125 cukup besar berarti sanggup menerima torsi pengencangan lebih kuat maka tidak diragukan mesin ini mampu menerima kompresi yang relatif besar. Kedua, ketebalan daging liner dari suzuki shogun 125 masih aman jika menerima piston thunder. Bahkan karena lubang tengah crankcase masih memiliki potensi untuk dibesarkan lagi hingga ke ukuran piston sonic 0.s 3.00 yang mendekati dimensi piston Honda Tiger. Hmmm…
Modifikasi Piston, Kubah ruang bakar
Setelah ganti piston harus modif ulang squish ? Oh, belum tentu… sabar dulu. Pabrikan suzuki mempunyai idealisme berbeda dibanding yamaha. Desain kubah ruang bakar hemi, atau menyerupai mangkok, biasanya memang agak lemah di putaran bawah. Oleh karenanya dengan meningkatkan kompresi , diharapkan mampu membantu akselerasi namun tanpa mengorbankan putaran atas juga.
Ruang bakar dalam kondisi standar setidaknya masih mudah untuk dihitung, volume V2 didapat 14,4cc. Dengan mendesain piston berkiblat pada bawaan pabrik maka kompresi sudah berada di angka 10.7 : 1, masih aman minum premium, atau bila piston thunder tadi didesain ulang menyerupai dome Suzuki smash, maka kompresi yang lebih tinggi bisa didapat tanpa harus melakukan pemapasan kepala silinder.










ruang bakar type hemi
Porting , Noken As dan Klep
Porting pasti menyesuaikan, tidak terbantahkan, revisi porting untuk meningkatkan efisiensi asupan bahan-bakar ke dalam silinder harus dilakukan. Bowl area, atau area disamping kiri-kanan bushing klep adalah fokus utama.
Noken as cukup ditambah lift +- 0.8 milimeter, dengan lifter yang tidak terlalu tinggi berarti pir klep standard masih bisa digunakan, pun pula tidak mudah floating. Demi amannya agar klep tidak bertabrakan dengan piston, maka coakan relief diperdalam dua kali lipat, atau  +- 1.5 milimeter.
Untuk newbie / pemula, mempertahankan katup standard dirasa cukup dengan dimensinya 25 milimeter untuk inlet, dan 22 milimeter outlet, masih lebih baik daripada mio yang lebih sering di bore up 155 cc tapi klep masih standard… Entah ngirit mode : on, atau lagi bokek hehehe… :)Kabar gembira lainnya adalah, seandainya besok di kemudian hari ada rejeki bisa ganti motor suzuki hayabusha, kan ga susah-susah amat ngebalikin standardnya.
Bagi para pro, maniac mesin kencang, katup standard bisa dimodifikasi back cut, atau diganti dengan katup racing dari TK japan. Anti tanggung bisa juga head dimodifikasi untuk pemasangan katup honda sonic, namun yang ini memerlukan biaya tidak sedikit dan waktu ekstra sabar.













CDI BRT POWERMAX
Finishing
Penutup acara modifikasi mesin adalah dengan hadirnya bintang tamu, CDI Powermax rancangan Tommy Huang dari Bintang Racing Team, Indonesia pastinya. Melengserkan cdi standard untuk memperkuat output pengapian dan menstabilkan arus. Disamping itu CDI BRT memiliki limitasi RPM yang lebih tinggi, sebenarnya sih butuhnya cukup 1,000 – 2,000 rpm lebih tinggi aja dari standardnya. Toh, bukan buat balap…
Pengaturan leher knalpot dan penataan ulang silinser di cak Sahek knalpot menjadi salah satu kuncian. Suara tetap halus, namun laju menggemaskan. Membuat rival-rival di jalan gemas jika tidak bisa mengejar motor halus tapi kencang hehehe… tapi seandainya mau melengserkan knalpot standard dengan full system costumize, maka tenaga lebih besar adalah harga yang pantas untuk dibayar.
Jeting karburator disesuaikan ulang, ingin open air filter yang memaksimalkan pasokan udara , atau tetap memakai sistem close loop seperti standard bawaan motor, umumnya pilot jet dan main jet tidak terlampau jauh dari standard , pj 22.5 , mj 105.  Bila pasokan ingin maksimal bisa mengandalkan karburator pe 28 milimeter, disokong intake koso, maka tenaga mesin diputaran atas makin menggila.








karbu shogun125 primadona balap liar *otomotif
Budget
Piston kit suzuki thunder 125                                             rp. 250.000,-
overbore        + bubut piston                                               rp. 80,000,-
packing top set                                                                      rp. 50,000,-
bobok knalpot                                                                       rp. 75,000,-
porting polished cylinder head, colek kem, overhaul      rp. 300,000,-

Agresi Militer II


Agresi Militer II
Melihat situasi Republik Indonesia yang kacau akibatnya meletus pemberontakan PKI di Madiun maka pada tanggal 18 Desember 1948, Belanda secara sepihak membatalkan persetujuan gencatan senjata esok harinya (19 Desember 1948 dini hari) tentara Belanda langsung menyerbu Lapangan Udara Maguwo, Yogyakarta. Serangan Belanda yang tiba-tiba berhasil dengan gemilang sehingga pada jam 16.00 WIB seluruh Yogyajarta sudah jatuh di tangan Belanda. Presiden dan Wakil Presiden memutuskan untuk tetap tinggal di Ibu kota, meskipun mereka akan ditawan oleh musuh. Alasanya, supatya mereka mudah ditemui oleh KTN dari kegiatan diplomasi dapat berjalan terus Tentara Belanda berhasil memasuki istana keprisidenanan dan para pejabat tinggi negara ditawan, semuanya ada 150 orang. Pagi harinya tanggal 22 Desember 1948, Presiden Soekarno, Haji agus salim dan Sutan Syahrir diasingkan ke Berastagi, kemudian dipindahkan ke Prapat di tepi danau Toba, Sumatera Utara. Moh.hatta, Moh Roem, Mr. A.G Pringgodigdo, Mr.Assaat dan Komandor S. suyadayrman diasingkan ke Montok di Pulau Bangka. Pada bulan Januari akhir, Presiden Sukarno dan Ahji Agus salim dipindahkan ke Muntok sehingga berkumpul dengan Moh. Hatta dan kawan-kawan.
Untuk menghindari serangan Belanda dan agar selalu tetap bersama-sama dengan TNI, Panglima Besar jenderal Sudirman memimpin perang gerilya dengan berpindah-pindah tempat. TNI melakukan serangan umum terhadap kota Yogyakarta pada tanggal 1 Maret 1949 yang dipimpin oleh Letnan Kolonel suharto, Komado Brigade 10 Daerah Wehrkereise III yang membawahi daerah Yogyakarta. Serangan umum pada tanggal 1 Maret dilakukan serentak dari berbagai jurusan kota sehingga tentara Belanda sangat terkejut dan tidak mampu menguasi keadaan. Mulai pukul 6.00 WIB hingga 12.00 WIB, TNI berhasil menguasai Yogyakarta. TNI walaupun hanya enam jam menduduki kota Yogyakarta, seranganya mempunyai arti yang sangat penting yaitu:
  1. Meningkatkan moral rakyat dan TNI yang sedang berjuang
  2. Mematahkan moral pasukan Belanda
  3. Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa TNI mempunyai kekuatan untuk menyerang dan menunjukan bahwa Indonesia masih ada atas eksis.
Dunia mengutuk agresi Belanda dan mendukung perjuangan bangsa Indonesia. Negara Indonesia Timur dan Negara Pasundan sebagai negar boneka bentukan Belanda juga mengecam berlangsungnya Angresi Militer Belanda II. Atas prakarsa Burma ( Myanmar) dan India maka terselenggaralah Konferensi Asia di New Delhi, India pada tanggal 20-23 Januari 1949. konferensi dihadiri oleh beberapa negara Asia, Afrika dan Ausralia menghasilkan resulusi mengenai masalah Indonesia yang kemudian disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB. Agresi Militer Belanda II juga mengundang reaksi dari PBB karena Belanda secara terang-terangan melanggar Perjanjian Renville di depan Komisi Tiga Negara yang ditugaskkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tanggal 4 Januari 1949, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resulusi agar Republik Indonesia dan Belanda menghentikan permusuhan. Kegagalan Belanda dalam berbagai pertempuran dan tekanan dari dunia Internasional, terutama Amerika Serikat memaksa Belanda kembali ke meja perundingan.

Agresi Militer I


Agresi Militer I
Perundingan Linggarjati bagi Belanda hanya dijadikan alat untuk mendatangkan pasukan yang lebih banyak dari negerinya. Untuk memperoleh dalil guna menyerang Republik Indonesia mereka mengajukan tuntutan sebagai berikut:
  1. Supaya dibetuk pemerintahan federal sementara yang akan berkuasa di seluruh Indonesia samapai pembentukan Republik Indonesia Serikat. Hal ini berarti Republik Indonesia ditiadakan.
  2. Pembentukan gendermeri (pasukan Keamanann) bersama yang akan masuk ke daerah Republik Indonesia.
Republik Indonesia menolak usul itu karena berarti menghancurkan dirinya sendiri. Penolakan itu menyebabakan Belanda melakukan agresi militer terhadap wilayah Republik Indonesia. Serangan belanda dimulai tanggal 21 Juli 1947 dengan sasaran kota-kota besar di Pulau Jawa dan sumatera. Menghadapi militer Belanda yang bersenjata lengkap dan modern menyebabakan satuan-satuan tentara Indonesia terdesak ke luar kota. Selanjutnya, TNI dan lascar rakyat melakukan serangan balasan dan taktik perang gerilya.
Adanya agresi Militer Belanda I menimbulkan simpati dan reaksi keras dari dunia Internasional. Bentuk simpati dunia Internasional ditujukan dengan tindakan sebagai berikut:
  1. Palang Merah Malaya (Malaysia) dan India mengirimkan bantuan obat-obatan yang diangkut oleh pesawat Dakota dari Singapura. Namun, ketika akan mendarat di Yogyakarta pesawat itu ditembaki jatuh oleh tentara Belanda.
  2. Australia dan India bereaksi keras dengan mendesak Dewan Keamanan PBB agar segera membahas masalah Indonesia.
Pada tanggal 4 Agustus 1947 pemerintah republic Indonesia dan Belanda mengumumkan mulai berlakuknya gencatan senjata. Sejak pengumuman gencatan sebnjata tersebutlah, secara resmi berakhirnya agresi milter Belanda I. akan tetapi, kenyataannya Belanda masih terus memperluas wilayahnya samapi dengan dibentuk garis demakrasi yang jauh ke depan ( garis Van Mook ). Indonesia menolak, dengan demikian gencatan senata yang diserukan oleh PBB belum berlakuk secara efektif. Berkat perjuangan diplomasi di forum PBB, banyak negara yang mendukung perjuangan bangsa Indonesia dan membantu mencari jalan penyelesaian secara damai. Dalam upaya penyelesaian sengketa antara Indonesia dan Belanda secara damai dan mengawasi gencatan senjata yang telah disepakati bersama maka Dewan Keamanan PBB membentuk Komisi Tiga Negara (KTN). Negara yang duduk dalam KTN adalah hasil tunjukan Republik Indonesia, Belanda dan sebuah negara lagi yang bersifat netral negara tersebuat adalah:
  1. Australia (tunjukan Indonesia), diwakili oleh Richard Kirby.
  2. Belgia (tunjukan Belanda), diwakili oleh Paul Van Zeeland
  3. Amerika Serikat (tunjukan Australia dan Belgia), diwakili Dr. Frank Graham

Korek Harian Shogun SP 125


Korek Harian Shogun 125 SP











Shogun
125
SP
generasi
pertama
merupakan
varian
andalan
Suzuki
yang
terkenal
lincah
dan
berperforma tinggi. Namun bagi Oded, itu dirasa masih kurang.
"Apalagi kalau dipakai turing keluar kota,
nafas mesin kurang panjang," ujar pemilik
Shogun warna merah ini.
Tenang Bro, kang jebrag, pemilik bengkel
hikmah jaya motor yang ada di jalan salakopi, cihampelas bandung barat . Punya cara
untuk mengatasinya. Kebetulan juga, HJM
jadi bengkel rujukan para tukang ojek.

Hasil oprekannya, tenaga bebek 125 cc itu
jadi 9,58 dk/7.900 rpm, sedang torsi 9,56
Nm/6.400 rpm. Angka-angka tersebut
berdasarkan pengetesan dengan alat
dynamometer merek Dyno Jet tipe 250i
milik mang adang, di
jalan citapen.
Bila dibandingkan dengan power
standarnya yang 8,4 dk/8.000 rpm dan
torsi 8,3 Nm/6.500 rpm, maka kilikan kang Jebrag berdampak kenaikan tenaga 1,18 dk dan
torsi 1,26 Nm. Jika dilihat dari grafik
tenaga, terlihat penurunan tenaga di atas
7.900 rpm lebih landai, artinya nafas mesin
lebih panjang.

Berikut hal-hal yang dilakukan Kang Jebrag, untuk
mendongkrak tenaga dan nafas Shogun
125SP.

BLOK SILINDER DAN PISTON

Blok standar dikorter 4 mm, agar piston
Suzuki Thunder oversize 50 (57,5 mm) bisa
masuk. Cara ini, membuat volume silinder
Shogun jadi 143,3 cc. Agar tak membentur
kepala silinder, bibir piston dibubut, lalu
diameter dome dibikin 40 mm.

KEPALA SILINDER

Agar kompresi lebih tinggi, kop dibubut
sebanyak 1 mm. Namun sayang, kang Jebrag tak
menghitung sekarang perbandingannya
berapa. "Yang jelas mesti pakai Pertamax
biar enggak ngelitik," paparnya. Lalu
saluran in dan ex dihaluskan kulit jeruknya,
agar aliran bahan bakar lebih lancar.


NOKEN AS DAN PER KLEP

Dibubut sebanyak 1 mm agar angkatan
klep lebih besar, namun lagi-lagi mekanik
lebar congor ini tak menghitung angka
pastinya. Lalu dijodohkan dengan per klep
Honda Sonic, yang memiliki kekakuan lebih
besar, sehingga pada rpm tinggi klep tak
floating. "Pasang pernya cukup yang besar
saja," tambahnya.

FILTER

Agar pemasukan udara lebih banyak, kertas
filter dilubangi beberapa bagian. "Sedikit
saja pada bagian tengah, agar sedikit lebih
plong," terang Jebrag.

KNALPOT

Kelancaran saluran pelepas gas buang
berpengaruh pada tenaga yang dihasilkan.
Nah agar makin lancar, silencer dibobok,
sedang lehernya diganti pakai pipa
berdiameter 28 mm, aslinya hanya 22 mm.

PENGAPIAN

Agar mendukung nafas mesin makin
panjang, otak pengapian alias CDI diganti
dengan yang non-limiter. Caranya dengan
mengandalkan CDI bawaan Suzuki Shogun
110. Penyesuaiannya, mesti mengatur
ulang panjang sensor pulser di magnet,
disamakan dengan bawaan Shogun 110
yang hanya 14 mm. "Potong bagian depan
sebanyak 16 mm, dari standarnya yang 30
mm," tutupnya.